28 Juni 2008

Sebuah Pesta Pernikahan yang Sempurna

pernikahan sebagai salah satu fase hidup manusia merupakan salah satu yang paling berkesan selain kelahiran dan kematian. setiap orang memiliki keinginan tersendiri dalam setiap prosesi pesta pernikahannya ini. prosesi pernikahan yang tradisional, modern, atau unik sering menjadi pilihan para pasangan dan juga keluarga berdasarkan latar belakang budaya, agama, ekonomi tentusaja serta alasan lainnya.

saya telah menyaksikan dan menghadiri beberapa pesta pernikahan mulai dari pesta pernikahan yang standar sampai yang unik, dari yang bertempat di pelosok kota, rumah, gedung biasa, gedung mewah sampai hotel bintang 4. berdasarkan pengalaman saya tersebut akhirnya saya memiliki sebuah impian yang sedang dalam proses pembuatan menjadi nyata sebuah pesta pernikahan yang sempurna.

kesempurnaan memang berbeda tiap orang sebab kesempurnaan yang ada hanya pada Allah SWT. kesempurnaan ini dilihat dari sudut pandang saya yang semoga juga sempurna bagi mempelai saya, kedua keluarga serta para hadirin.

seperti halnya pesta pernikahan standar, saya ingin pesta itu diadakan di sebuah gedung yang cukup luas untuk menampung sekitar 1000 orang (sebab saudara saya saja sudah banyak hehehe), dalam gedung pernikahan itu ada sebuah panggung yang nantinya sebagai tempat saya dan mempelai saya "dipajang", disampingnya ada sebuah grup band dan kasidah (kasidah ini maunya para orang tua tapi oke juga). gedung di dekorasi dengan gaya tradisional bima tentu saja. ada karpen merah yang terhampar mulai dari pintu masuk sampai altar saya bersanding dengan mempelai saya.

makanan para hadirin berupa prasmanan yang terdiri atas berbagai masakan yang mengundang selera seperti kambing guling, kikil, gulai, somay, ayam taliwang yang diletakkan secara menyebar. sementara itu untuk makanan utamanya terdiri atas bermacam jenis nasi seperti nasi putih, nasi goreng, nasi gunung, serta nasi "witi". untuk lauknya juga bervariasi mulai dari ayah panggang sampai daging-dagingan serta sayur yang ada tiga macam. sementara itu ada beberapa meja khusus yang menyajikan masakan khas bima.

di tengah prosesi pesta pernikahan ada tarian khas bima. acara oto bersama tentu saja. kalau untuk suvenirnya saya akan berkonsultasi lagi dengan mempelai saya sebab saya tidak begitu memperhatikannya. sementara untuk kostum disesuaikan dengan konsep pernikahan tradisional bima.

Doakan saya ya,.....


27 Juni 2008

Say Somen Thing

aku ingin mengatakan ini pada seseorang yang aku cintai sampai saat ini

"Mereka harus menciptakan istilah untukmu"
"melihatmu saja tidak cukup"
"menatap adalah satu-satunya cara yang masuk akal"
"Mencoba untuk tak berkedip agar tak ada yang terlewatkan"
"Semuaitu disatukan dalam dirimu"

"Maafkan aku"
"Masalahnya kau sangat cantik"
"Sangat cantik hingga aku ingin melihatmu sekali lagi sebelum mengakhiri malam ini"

"aku sayang padamu"

26 Juni 2008

HA HA HA HA






25 Juni 2008

UNTUK ASA

teman-teman saya mohon doa dan donasinya untuk anandia asa azura yang mengalami kelainan kerja jantung. pembuluh balik kanan dan kirinya terbalik. silakan komentar di sini.

24 Juni 2008

Tatto


aku bermimpi melihat matahari yang terbit dengan warna biru yang indah. kadang aku menyangka mimpi yang selalu sama setiap malam dalam dua bulan ini hanyalah sebuah ilusi kekanak-kanakanku saja. matahari dengan warnanya yang sempurna menyala kemudian cahya biru terpancar seolah cahaya itu ialah petunjukku bagiku. ya! sebuah petunjuk.

kali lain, aku bermimpi berada diantara suku maya di brasil. aku terikat pada sebuah pohon besar. tangan dan kakiku terbuka dengan hanya memakai cawat. di depanku ada sebuah api unggun besar yang sedang membara sedangkan para primitif itu menari mengelilingiku seakan aku santapan malam yang lezat serta harus di persembahkan pada dewa. mereka ters menari dengan teriakan dan dentuman tabuan yang membuat makin menyenangkan buat mereka tapi tidak dengan aku. keringatku seperti gerimis awal musim ketika salah satu orang yang aneh mendekatiku dengan membawa sebuah jarum sebesar jarum kasur.

dukun mengerikan itu kemudian menggoreskan jarumnya ke lenganku seakan sedang menggambar tubuhku dengan sebuah mantra. aku yang menjerit makin membuatnya beringas melukai kulitku. setiap darah yang menetes ia jilat dengan khusuk. ketika jarum itu menusukku makin dalam aku menjerit sekerasnya sampai aku terbangun.

aku pikir akan seperti dalam banyak cerita bahwa tubuhku tiba-tiba bertatto tapi ternyata tidak. malah aku berusaha mengingat bentuk gambar dukun gila itu pada kulitku. kubuat sketsanya dalam beberapa jam. setelah jadi segera aku berangkat ke sebuah distro yang menjual jasa membuat tatto. dan, Walllah! jadilah tatto pertamaku dengan bentuk unik yang aku sendiri tak mengerti artinya. seperti lambang cinta namun terbentuk dari dua ular yang saling berhadaan seperti saling menyerang dan melilit dengan tatapan mata yang tajam, namun aku melihat sebuah kebenaran dari situ. bahwa cinta ialah dua buah ego yang saling menyerang untuk memiliki dan kedua ego ini juga tak bisa dipisahkan dengan apapun termasuk pertengkaran mereka sendiri untuk menetukan siapa yang lebih dalam mencinta dan memiliki.

tatto pertama yang menjadi kebanggaanku. kata orang tatto lebih cocok untuk penjahat tapi bagiku tidak sebab aku bukan penjahat meski kadang aku berbuat jahat. aku lebih percaya dengan pendapat lain yang mengatakan bahwa tatto melengkapi jiwa tiap orang yang berupa puzzel. kehidupanku memangtidak berubah dengan adanya tatto ini meski kadang orang melihat aneh padaku. aku tetap tidur dengan nyenyak tiap malam dengan mimpi yang sama, serta pekerjaan yang sama tiap harinya sebagai kurir bunga.

setiap pelanggan yang kukirimi bunga dan melihat tattoku mereka bertanya apa arti tatto itu. meski terlalu sering mereka bertanya tapi tetap saja kujawab dengan sebuah senyuman yang paling ramah yang kumiliki. aku tak tahu arti sebenarnya sebab aku hanya menebak dan aku takut salah dalam menebak arti tatto pertamaku ini.

bunga-bunga inilah yang menghidupi aku dan adik-adikku, joan, harla, dan love. setiap pukul tujuh pagi aku membuka toko bunga warisan ini hingga pukul sembilan malam. hidup di tengah bunga membuat aku menikmati keindahan dengan cara berbeda dari orang lain. jangan sangka yang berlebihan, aku tak suka kekerasan, seks dengan sesama atau dengan kekerasan, aku juga bukan banci. perbedaan rasa itu pada bagaimana aku melihat keindahan dengan sudut pandang lain. misalnya orang biasa melihat keindahan dengan berupa karya seni atau alam yang luar biasa namun aku lebih menghargai keindahan pikiran kita. aneh dan kadang akupun tak mengerti.







23 Juni 2008

Mama


"mama,..." "mama,..." "mama,..."
sesenggukan aku sendiri diujung kamar memanggil mama yang tak kunjung datang. malam ini kian mengerikan setelah badai yang penuh dengan suara petir serta lampu padam. tak ku dengar suara siapapun malam ini. tak ada suara papa, adikku adrye, dan mama. malam ini aku sendiri di rumah sebesar ini, seorang gadis kecil yang baru berumur 14 tahun dan tak pernah merasakan sekolah serta bermain dengan anak-anak tetangga sekalipun.

dulu mama sering membelikan aku kue kering dan biskuit pada saat belanja mingguan. rumah kami memang agak jauh dari pusat kota, kira-kira satu setengah jam perjalanan. meski aku tak pernah keluar rumah, mama selalu menceritakan aku bagaimana orang-orang saling berhubungan dan bagaimana mereka saling menghancurkan karena itulah aku dilarang mama keluar rumah. "ketika kau ke kota nanti, kau akan menemukan banyak nenek sihir, setan berdasi, setan menyetir truk, manusia-manusia srigala dan banyak hal lain yang mengerikan. jadi,..? apakah kau masih ingin ikut dengan mama ke kota untuk belanja mingguan?"
jawaban yang tidak pernah aku duga dari mama saat aku bertanya tentang keinginanku belanja mingguan dengan mama. setalah itu aku tak pernah berharap pergi ke kota meski kadang juga aku inginkan itu. adrye, adikku memiliki keberanian yang hebat sebab ia berani keluar rumah bahkan bersekolah. kata mama adrye dikarunia oleh tuhan kekuatan untuk melawan kejahatan. aku percaya saja sebab ia mampu membaca tulisan-tulisan aneh dari bukunya. pernah kucoba menirukan ucapan adrye ketika ia belajar membaca namun mama melarangku. "novia! jangan pernah kau belajar membaca seperti adrye!" hardik mama tiba-tiba dari arah punggungku. adrye hanya tersenyum lalu mengedipkan mata lucu. di tiap malam adrye selalu membaca keras-keras supaya aku juga bisa menirukannya belajar. kami memang saling menyayangi.
malam-malam sebelumnya memang aku selalu sendiri sebab aku hanya boleh tinggal di ruang bawah tanah dan hanya boleh ke atas ketika pagi sampai sore setelahnya aku di rung bawah tanah dan makan malamku hanya kue kering atau biskuit serta susu coklat sedangkan mama, papa, dan adrye makan malam di atas, entah dengan menu apa. pagi tadi aku mendengar papa mengatakan akan pergi dari rumah untuk selamanya dan meninggalkan kami semua di rumah ini. mama menangis bahkan mengiba pada papa sedangkan adrye belum pulang sekolah. aku mendengarnya, mereka bertengkar tentang masa depan mereka. papa bosan dengan kehidupan desa yang membuatnya makin tertekan setelah kehilangan pekerjaan akhir tahun lalu. "tahukah kau! setiap hari aku merasa makin tertekan dirumah busuk ini! tak ada lagi kedamaian!" "kau selalu menuntut dari aku tapi apa yang telah kau berikan!! apa!!!"

"aku telah berikan kau semuanya tapi kau telah menghancurkannya dengan melahirkan seorang anak perempuan cacat!!!" "jadi aku yang salah?! bukankah kita berdua yang membuatnya cacat!" "aku?! kau yang tak inginkan dia sejak awal! aku telah melarangmu melakukan apapun termasuk mencoba menggugurkannya. dan hasilnya gadis kecil itu tetap lahir namun cacat. sebenarnya aku menyayanginya tapi wajahnya itu,..." "kenapa dengan wajahnya? dia memang tidak sama dengan yang lain tapi dia anakku, anak kita" terdengar pintu tertutup dengan keras sampai kaca jendela terasa bergetar. dalam hati aku bertanya-tanya siapakah anak gadis yang membuat papa dan mama bertengkar. selama ini aku tak tahu kalau aku memiliki seorang saudara perempuan. aneh. aku dengar suara mama menangis. mama menjerit lalu terdengar suara benda berat yang jatuh. aku kaget dari setengah tidurku. mencoba menerka apa yang jatuh. ketika aku mencoba membuka pintu ruang bawah tanah untuk melihat apa yang terjadi, pintu itu tak mau di buka. di kunci dari luar. aku memanggil-manggil mama tapi tak ada jawaban suasana makin gelap dan aku takut. "mama" "mama" "mama" "mama" tak ada suara yang menyaut teriakanku. aku tak tahu adrye dimana. aku tak tahu papa dimana. aku tak tahu mama kemana. dan aku hanya menangis menanti, menanti, dan menanti. selesai 10 mei 2008

Sompa



Sompa.
tak mengapa kau ada.
meski datangnya di pelupuk mata
meski jiwa telah tergadai jadi berjuta.

kabar itu datang darimu, sompa.
kamboja ungu yang beku
menanti cahya, lelehkan bumi
cairkan aku padamu

ah, tahukah kau?
aku tak sabar untuk berduka