28 Juni 2008

Pertanyaan?



Kenapa aku harus mencintai-Mu.
Sementara kau biarkan anak-anak-Mu.

Menangis hilang tanah air, harta, keluarga.

Tak tersisa lagi darah untuk ria.
Apalagi air mata menetes.

Tinggal bahgia yang menguap di dinding hati


Inikah yang Kau katakan tentang persaudaraan,

Tentang cinta, dan

Tentang surga dunia.

Tapi mengapa aku tak merasanya?


Aku terusir dari tanah-Mu yang jadi kelahiran bangsaku
Tanah suci dengan bukit tuhan mengelilingi.

Bapakku nati lebur paru

Ibuku hilang akal harap tangan-Mu.


Lalu, kenapa aku mempercayai-Mu?
Kenapa aku begitu mencintai-Mu.



3 Februari 2008

Tidak ada komentar: