16 Oktober 2008

tulisannya Oktavia Catur Handini


Dalam hitungan beberapa tahun yang lalu…telah mendamparkanku dalam keterasingan hidup…
mencoba memberi kesempatan padaku untuk mulai berdiri tanpa bantuannya
bahkan untuk sekedar melihatku, tumbuh menjadi seseorang…
meretas memory, mengingatkanku kembali padanya…
bahkan lazuardi kasih sayang yang sempat dititipkannya untukku masih kugenggam hingga sekarang, bahkan mungkin untuk selamanya, karena aku tak mampu untuk meninggalkannya walau dalam angan

dan…akhirnya aku kembali dapat menemuinya, bersua dan menangis berdua bersamanya
dalam hitungan detik…yah hanya dalam hitungan detik
karna ia tidak ingin air mata ini kembali ada untuknya, dia tidak ingin aku menangis!!!
dan aku sungguh tahu itu, karena air mata ini takkan pernah ada setelah dia meminta ijin untuk meninggalkanku, dalam beribu dekade..

kusaksikan kembai semuanya, tampak biasa dan sederhana..
hanya ada daun-daun kamboja yang hadir menemaniku ketika aku mengunjunginya…
juga tak ada tangis, ataupun tawa…
semuanya membisu…
kuletakkan kembali lazuardi kasih sayang yang dulu diberikannya untukku
dan perlahan aku berbisik ” SELAMAT HARI IBU”

Tidak ada komentar: